Jumat, 29 April 2011

Makalah Perencanaan Pendidikan

KATA PENGANTAR


   
Makalah ini disusun untuk membantu memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Perencanaan Pendidikan ,dan juga mudah-mudahan dapat membantu para mahasiswa program strata - 1 (S.1) Parodi MPI Sekolah Tinggi Agama Islam-Muhammadiyah (STAI-M) Garut.
Dengan menggunakan kata ’’ Perencanaan’’ kami bermaksud menunjuk ’’ tabiat ’’ dalam penyusunan dan penguraian tentang perencanaan pendidikan.Perencanaan adalah merupakan strategi manusia yang dilakukan demi mencapai sesuatu yang dituju dengan sukses,mencoba memperlihatkan pandangan yang merupakan akar dari lain-lain pandangan dan sikap yang praktis.Jika ”Perencanaan” misalnya berbicara tentang pendidikan,masyarakat,hukum,sosiologi,kesusilaan dan sebagainya disitu pandangan tidak diarahkan ke sebab-sebab yang terdekat melainkan ke ’’ mengapa?, untuk apa? Bagaimana?’’,yang terakhir sepanjang Kebutuhan dan kemungkinan yang ada pada budi manusia berdasarkan kekuatannya dan berpedoman terhadap Firman Allah dalam Q.S Al-Anfal ayat 60 :
 •         •  •                    
“ Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

Dengan menyusun makalah yang amat sederhana ini ,kami selalu insyaf akan segala kekurangan dan kesalahan atas penyusunan makalah ini namun kami harapkan mudah-mudahan dapat membantu para mahasiswa juga memenuhi kepuasan para pembaca dan sekaligus ikut berpartisifasi dalam mencerdaskan bangsa.
Demikianlah sepatah kata sebagai Kata Pengantar dari kami tak lupa kami ucapkan kerja sama yang baik kepada siapa saja yang telah turut membantu sampai tersusunnya makalah ini,dan pula mengingat macam-macam batasan dan kekurangan-kekurangan yang tidak dapat memenuhi segala keinginan,namun kami mempunyai harapan bahwa buah pikiran yang tersusun didalamnya dapat berguna untuk menambah pengetahuan.
PENYUSUN
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan Nasional sedang mengalami berbagai perubahan yang cukup mendasar. Perubahan-perubahan tersebut diharapkan dapat memecahkan berbagai permasalahan pendidikan, baik masalah-masalah konvensional maupun masalah yang muncul yang bersifat inovatif. Perubahan tersebut diharapkan terciptanya iklim yang kondusif bagi peningkatan kualitas pendidikan, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Perencanaan pembelajaran merupakan salah satu bagian integral dari kegiatan pendidikan di negara kita. Melalui pelaksanaan perencanaan pembelajaran, para pembuat keputusan (stakeholder) dapat menentukan kegiatan penjaminan, pengendalian, dan penetapan mutu pendidikan terhadap komponen-komponen pendidikan. Hasil yang diperoleh melalui Perencanaan pembelajaran dapat dijadikan rujukan bagi perbaikan dan pengembangan pendidikan di Indonesia.
Guru sebagai salah satu pelaksana Perencanaan (planner) pembelajaran dan evaluasi (evaluator) pembelajaran terhadap peserta didik (evaluan) di tingkat satuan pendidikan memikul tanggung jawab yang cukup besar bagi peningkatan pendidikan di Indonesia. Sebagai agen pembelajaran, guru mempunyai peran strategis dalam upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia.
B. Definisi Perencanaan
Perencanaan (overplanning) merupakan suatu proses penetapan dan pemanfaatan sumber daya secara terpadu yang diharapkan dapat menunjang kegiatan-kegiatan dan upaya-upaya yang akan dilaksanakan secara efesien dan efektif dalam mencapai tujuan. Bahkan para ahli mendefinisikan tentang perencanaan yang beragam namun intinnya sama,diantaranya :
a. “ Perencanaan adalah suatu proyeksi (perkiraan) tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan yang absah dan bernilai ”.

( Roger A.Kauntman )
b. “ secara garis besar perencanaan pembelajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan apa yang akan dicapai oleh suatu kegiatan pembelajaran ”.
( Ibrahim 1993 )
c. “ Perencanaan adalah awal dari semua proses yang nasional dan mengandung sifat optimisme yang didasarkan atas kepercayaan bahwa akan dapat mengatasi berbagai macam permasalahan dalam konteks pembelajaran “.
( Banghart dan Trull )
d. “ Perencanaan pembelajaran sebagai usaha untuk mempermudah proses belajar mengajar sehingga diperlukan perencanaan pembelajaran “.
( Toeti Soekanto 1993 )
e. “ perencanaan sebagai proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu “.
( Bintoro Tjokrominoto )
f. “ Perencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang sesuatu yang akan dijalankan dalam rangka mencapai tujuan tertentu “.
( Pramuji Atmosudirdjo )
g. “ Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang menyangkut hal-hal yang akan dikerjakan dimasa datang dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya “.
( S.P Siagiaan )
h. “ Perencanaan adalah suatu proses penyiapan seperangkat keputusan untuk dilaksanakan pada waktu yang akan datang dalam rangka mencapai sasaran tertentu “.
( Y. D i o r )
Dari pengertian secara terminologis di atas dapat ditegaskan bahwa perencanaan pembelajaran adalah merupakan proses kegiatan-kegiatan berupa pemikiran, perhitungan, pemilihan, penentuan, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya yang semuanya itu diselidiki, dipikirkan dan dilakukan secara mendalam dan sunguh-sunguh sehingga mencapai “ hakikat’’ dan “ tujuan yang telah dikehendaki” yang berguna untuk bisa dievaluasi atas hasil pelaksanaannya yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan (continous).
C. Tujuan,Fungsi dan Proses Perencanaan
1. Tujuan Perencanaan Pembelajaran
Setiap perencanaan tentu mempunyai tujuan tertentu, begitu pula halnya perencanaan pembelajaran bertujuan untuk mengarahkan dan membimbing kegiatan guru dan siswa dalam proses pembelajaran secara ideal, tujuan proses pembelajaran adalah menguasai sepenuhnya bahan dan materi ajar, metode dan penggunaan alat serta perlengkapan pembelajaran,menyampaikan kurikulum atas dasar bahasan dan mengelola alokasi waktu yang tersedia dan membelajarkan siswa sesuai yang diprogramkan.
Berdasakan uraian di atas, secara hakiki tujuan yang paling mendasar dari sebuah perencanaan pembelajaran adalah sebagai pedoman atau petunjuk bagi guru serta mengarhkan dan membimbing kegiatan guru dan siswa dalam proses pembelajaran.
2. Fungsi Perencanaan Pembelajaran
Sedangkan fungsi-fungsi dari perencanaan adalah :
a. Mengorganisasikan dan mengkondisikan kebutuhan siswa secara sefesifik
b. Membantu guru dalam memetakan tujuan yang hendak dicapai
c. Membantu guru dalam mengurangi kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar.
3. Proses Perencanaan Pembelajaran
Menurut Makean dalam Oemar Hamahk 1980,proses pembelajaran terbagi kedalam 3 bagian yaitu :
a.Perencanaan Jangka Panjang (Long Range Planning), perencanaan ini bermaksud mengembangkan dan memelihara perspektif yang berkenaan dengan konsepsi secara menyeluruh tentang pembelajaran yang akan diberikan.
b. Perencanaan Jangka Pendek (Short Range Planning), perencanaan ini bermaksud ditekankan harus fleksibel dan adaptif dan terarah pada kegiatan pembelajaran harian dalam kelas.
c. Untuk Pelajaran (Lesson Unite) yang dikenal dengan satuan pelajaran. Dalam perencanaan ini hendaknya siswa diberikan kesempatan memberikan kontribusinya terhadap perencanaan.
Selanjutnya proses-proses pembelajaran adalah sebagai berikut :
1. Menentukan tujuan perencanaan.
2. Menentukan tindakan untuk mencapai tujuan.
3. Mengembangkan dasar pemikiran kondisi mendatang.
4. Mengidentifikasi cara untuk mencapai tujuan.
5. Mengimplementasi rencana tindakan dan mengevaluasi hasilnya.
D. Teori dan Konsep Perencanaan
Menurut Hudson dalam Tenner(1981) teori perencanaan meliputi :
a. Teori Sinotik
Langkah – langkah dalam perencanaan ini meliputi pengadaan masalah mengestimasi ruang lingkup masalah, mengklasifikasi kemungkinan penyelesaian, menginvestigasi masalah, memprediksi masalah, mengevaluasi kemajuan atas penyelesaian spesifik.
b. Teori Incermental
Didasarkan pada kemampuan institusi dan kinerja personalnya bersifat desentralisasi dan tidak cocok untuk jangka panjang.
c. Teori Transaktif
Menekan pada hakikat individu yang menjungjung tinggi kepentingan pribadi dan bersifat desentralisasi.
d. Teori Advokasi
Menekankan hal-hal yang bersifat umum perbedaan individu diabaikan berdasar
Pada argumentasi logis rasional dan dapat memepertahankan dalam argumentasi serta bukan pada pengalaman empiris atau penelitian.
e. Teori Radial
Menekankan pada lembaga local untuk melakukan perencanaan sendiri agar lebih cepat memenuhui kebutuhan local.
f. Teori SITAR
Merupakan gabungan kelima teori diatas sehingga disebut juga complementary planning process.
BAB II
PERUMUSAN MASALAH
DALAM PERENCANAAN PENDIDIKAN

A. Pentingnya Perumusan Masalah Dalam Perencanaan Pendidikan
Pendidikan merupakan kunci utama dalam segala hal pembangunan di masa depan. Pendidikan menjadi suatu kekuatan sehingga negara tersebut tetap eksis. Bahkan bagi negara-negara ketiga sektor pendidikan menjadi langkah paling sakral dalam pembangunan, karena mau tidak mau semua harus mampu berkompetisi dalam mengahadapi persaingan global yang semakin ketat. Dengan demikian pengaturan pelaksanaan perencanaan pendidikan yang menyeluruh akan memberikan gambaran mengenai kompetensi bangsa di masa yang akan datang.
Untuk mengetahui keberhasilan program pendidikan, pemerintah melakukan evaluasi secara komprehensif untuk menilai, memantau, mengarahkan, dan mengatur pelaksanaan pendidikan yang terencana.
Dengan dituntutnya akan kebutuhan yang comprehensive maka penyususnan perencanaan pendidikan pertama-tama memperhatiakan rumusan masalah yang jelas,situasi awal pada sebagian besar perencanaan pendidikan dipenuhi ketidak pastian. Mengenai kemamapuan perencanaan untuk memecahkan masalah yang harus diselesaikan, para perencana pendidikan itu sendiri sering berbeda pendapat dalam masalah-maslah tersebut sehingga upaya yang dilakukan dapat dianggap suatu ketidak pastian..
Tugas utama pendidikan adalah merumuskan pemecahan terhadap masalah berdasarkan kebutuhan-kebutuhan yang sering kali berseragam. Apa yang dibutuhkan adalah perumusan singkat mengenai masalah yang mendefinisikan tugas-tugas pendidikan dan seperangkat pemecahannya melalui perencanaan pada akhirnya,tugas dan masalah tersebut didefinisikan dengan mengacu kepada filsafat pendidikan. Filsafat pendidikan adalah ilmu istimewa yang mencoba menjawab masalah- masalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan yang biasa karena masalah-masalah tersebut diluar jangkauan ilmu pengetahuan biasa.
B. Prinsip Perencanaan Pembelajaran
Menurut Seyala (2003) ada beberapa prinsip perencanaan pembelajaran, yaitu:
1) Menetapkan apa yang akan dilakukan oleh guru,kapan dan bagaimana cara melakukannya dalam implementasi pembelajaran.
2) Membantasi sasaran atas dasar tujuan intruksional khusus dan menetapkan pelaksanaan kerja untuk mencapai hasil maksimal melalui proses penentuan target pembelajaran.
3) Mengembangkan alternatif-alternatif yang sesuai dengan strategi pembelajaran.
4) Mengumpulkan dan menganalisis informasi yang pentinguntuk mendukung kegiatan pembelajaran.
5) Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-keputusan yang berkaitan dengan pembelajaran kepada pihak yang berkepentingan.
C. Jenis Perencanaan Pendidikan
Dibawah ini jenis-jenis perencanaan pendidikan, yaitu ;
1. Perencanaan pendidikan adaptif
2. Perencanaan pendidikan kontingensi
3. Perencanaan pendidikan kompulsif
4. Perencanaan pendidikan manipulatif
5. Perencanaan pendidikan indikatif
6. Perencanaan pendidikan incremental (bertahap)
7. Perencanaan pendidikan otonomi
8. Perencanaan pendidikan ameliartif (perbaikan/pemulihan)
9. Perencanaan pendidikan normatif
10. Perencanaan pendidikan fungsional
11. Pemprogram pendidikan
D. Pengembangan Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu rangkaian yang saling berhubungan dan saling menunjang antara berbagai unsur atau komponen yang
ada didalam pembelajaran. Unsur atau komponen yang dimaksud adalah tujuan, bahan ajar atau materi, strategi atau metode dan penilaian atau evaluasi.
1. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran merupakan penjabaran dari tujuan-tujuan yang ada diatasnya, yaitu tujuan bidang stady, tujuan satuan pendidikan dan tujuan pendidikan nasional.
2. Materi Pembelajaran
Materi pelajaran merupakan isi atau bahan,yang dipelajari siswa harus direncanakan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
3. Kegiatan Belajar Mengajar
Dalam pembelajaran yang harus diprioritaskan adalah aktifitas siswa.
4. Evaluasi
Evaluasi belajar yang harus dilaksanakan pada kegiatan pembelajaran meliputi evaluasi awal pembelajaran,evaluasi proses pembelajaran dan evaluasi akhir pembelajaran.
Evaluasi adalah kegiatan mengukur dan menilai. Mengukur lebih bersipat kuantitatif, sedangkan menilai lebih bersipat kualitatif. Namun secara umum orang mengidentikkan kegiatan evaluasi sama dengan menilai, karena aktivitas mengukur sudah termasuk di dalamnya. Dan tak mungkin melakukan penilaian tanpa didahului oleh kegiatan pengukuran (Arikunto, 1989). Pengukuran dapat dilakukan dengan cara membandingkan hasil tes terhadap standar yang telah ditetapkan. Perbandingan yang diperoleh kemudian dikualitatifkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Viviane dan Gilbert de Lansheere (1984) menyatakan bahwa evaluasi adalah proses penentuan apakah materi dan metode pembelajaran telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Penentuannya bisa dilakukan salah satunya dengan cara diberikan tes kepada siswa. Terlihat di sana bahwa acuan tes adalah tujuan pembelajaran. Evaluasi merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran. Dia adalah salah satu alat untuk menentukan apakah suatu pembelajaran telah berhasil atau tidak.
Fungsi Evaluasi dalam proses pembelajaran terdapat tiga fungsi evaluasi. Tagliante (1996) menyebutnya “Trois grands foncion de l’evaluation”. Tiga fungsi tersebut adalah fungsi pronostik, fungsi diagnostik, dan fungsi sertifikasi.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Setelah mempelajari rumusan-rumusan di atas dapat disimpulkan
bahwa :
Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu dan mengembangkan rencana aktivitas kerja. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain, pengorganisasian, pengarahan dan pengontrolan tidak akan dapat berjalan. Rencana dapat berupa rencana informal dan rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan bersama dalam jangka waktu tertentu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar